Investasi Panas Bumi Ditargetkan Capai Rp 23 T-news

   

Pemerintah menargetkan investasi panas bumi pada tahun ini dapat mencapai Rp 23 triliun atau naik 64,28% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sekitar Rp 14 triliun. Kenaikan investasi didorong semakin banyaknya proyek panas bumi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, pemerintah telah banyak memberikan blok panas bumi kepada PT PLN (Persero) dan PT Geo Dipa. Hal ini membuat jumlah proyek panas bumi yang bergulir menjadi bertambah. Selain itu, beberapa proyek panas bumi eksisting telah memasuki tahap eksploitasi.

Sehingga, lanjutnya, target investasi panas bumi melonjak cukup tinggi jika dibandingkan tahun lalu Rp 14 triliun. “Investasi yang terdata dilakukan oleh 25 perusahaan sampai US$ 1,7 miliar (setara Rp 23 triliun),” kata dia di Jakarta, Kamis (8/3).

Dari delapan WKP yang telah diberikan penugasannya sejak tahun lalu, PLN tahun ini menggarap enam wilayah sekaligus dengan total investasi US$ 19,51 juta. Rincinya, Blok Panas Bumi Mataloko US$ 4,48 juta, Ulumbu US$ 4,93 juta, Atedei US$ 1,51 juta, Songa Wayua US$ 1,48 juta, Gunung Tangkuban Perahu US$ 3,23 juta, serta Tulehu US$
3,88 juta.

Tak hanya PLN, PT Geo Dipa Energi juga mulai mengeijakan wilayah panas bumi yang ditugaskan oleh pemerintah. Keempat blok panas bumi tersebut yaitu WKP Candi Umbul Telomoyo US$ 1,04 juta, Aijuno Welirang US$ 1,13 juta, Dieang US$ 12,41 juta, dan Patuha US$ 10,27 juta.

Selanjutnya, beberapa perusahaan telah masuk tahap eksploitasi di blok panas buminya dan tercatat memiliki komitmen investasi yang cukup tinggi. Beberapa perusahaan ini adalah PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) US$ 400juta, PTSupreme Energy US$ 362 juta, PT Sorik Marapi Geothermal Power US$ 280,17 juta, serta PT Star Energy dan PT Medco Energi Sarulla masing-masing US$ 200 juta.

Kemudian, PT Sabang Geothermal Energy memiliki komitme investasi US$ 17,76 juta di Blok Panas Bumi Jaboi. Sisanya PT Sokoria Geothermal Indonesia di WKP Sokoria US$ 56,7 juta, PT Kopjasa Keahlian Teknosa di Cibuni US$ 1,08 juta, PT Hitay Daya Energy di Gunung Talang Bukit Kili US$ 9,54 juta, serta PT Enel Green Power di Wai Ratai
US$ 6,48 juta.

“Ini yang kami kawal, apakah benar punya komitmen sekian. Kami moni-toring dan evaluasi RKAB (rencana kerja dan anggaran biaya) masing-masing,” tutur Rida.
Perpanjang Eksplorasi

Selain itu, pihaknya mencatat terdapat lima blok panas bumi yang dimintakan perpanjangan masa eksplorasinya dengan total investasi US$ 132,19 juta. Pertama, PT Sejahtera Alam Energi untuk WKP Baturaden dengan nilai investasi US$ 54,38 juta. Kemudian, PT Spring Energi Sentosa untuk WKP Guci senilai US$ 19,63 juta, PTSintesa

Banten Geothermal untuk Kaldera Danau Banten US$ 34,22 juta, PT Medco Cahaya Geothermal untuk Blawan-Ijen US$ 2,66 juta, serta PT Bakrie Dhar-makarya Energi untuk Telaga Ngebel US$ 21,30 juta.

Total kapasitas kelima blok panas bumi ini 660 MW. Masa eksplorasi WKP Baturaden 220 MW akan selesai pada 10 April, Guci 55 MW pada 11 April, Kaldera Banten 110 MW pada 27 April, Blawan Ijen 110 MW pada 24 Mei, serta Telaga Ngebel 165 MW pada 15 Juni.

Menurut Rida, masa eksplorasi kelima blok panas bumi ini dipertimbangkan untuk diperpanjang selama aturannya memungkinkan. Hal ini guna mengejar target investasi panas bumi tahun ini. Syaratnya, perusahaan harus merinci rencana programnya selama perpanjangan dan berapa investasinya.

“Jadi, oke perpanjang 18 bulan. Tapi tiap waktunya mau belanja apa, itu tanda tangan komitmen itu (investasi), baru kasih perpanjangan,” jelasnya. Dikatakannya, Medco telah mengajukan perpanjang masa eksplorasi untuk 32 bulan. Medco telah mulai pengeboran sumur di Blok Ijen ini. Sementara Sejahtera Alam Energi belum menentukan berapa bulan perpanjangan yang dimintakan untuk Blok Baturaden. Di wilayah ini, Sejahtera Alam Energi tengah memproses pengeboran sumur kedua.

“Semantara WKP Guci itu, selain survey, mereka (Spring Energi Sentosa) enggak ada kegiatan,” ujar Rida. Jika tidak menjalankan komitmen investasinya, pihaknya bakal memutus kontrak WKP Guci ini.

Sumber: InvestorDaily