NEWS UPDATE

RATINGS

fitch Ratings : BBB-
Outlook : Stable
m Ratings : Baa3
Outlook : Stable
standard Ratings : BB+
Outlook : Stable

Home - NEWS UPDATE - NEWS

Realisasi Penanaman Modal PMDN - PMA Triwulan I Tahun 2013


 
 
BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL
 
 
Berita Pers
 
Realisasi Penanaman Modal PMDN - PMA Triwulan I Tahun 2013
 
 
 
Jakarta, 22 April 2013– Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini mengumumkan realisasi investasi dalam rangka penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) selama periode Triwulan I  (Januari-Maret) Tahun 2013. Realisasi investasi ini merupakan realisasi penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal  asing, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM.
 
Realisasi investasi proyek penanaman modal pada Triwulan I (Januari-Maret) 2013 adalah sebesar Rp 93,0 triliun, terjadi peningkatan sebesar 30,6 % bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2012 (Rp 71,2 triliun).
 
Dari sebaran investasi berdasarkan wilayah pada periode Januari – Maret 2013, porsi Luar Jawa semakin besar. Realisasi investasi di luar Pulau Jawa adalah sebesar Rp 44,4 triliun atau 47,7% dari total realisasi investasi, apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 terdapat peningkatan sebesar 32,1%.
 
Realisasi Investasi  Triwulan ITahun 2013
 
Terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan I Tahun 2013 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 sebesar 39,6%, dari nilai realisasi investasi Rp 19,7  triliun menjadi Rp 27,5  triliun.
 
Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan I Tahun 2013 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 juga meningkat sebesar 27,2%, dari nilai realisasi investasi Rp 51,5 triliun menjadi Rp 65,5 triliun.
 
 
Kami telah melakukan beberapa upaya perbaikan iklim investasi, antara lain penyederhanaan perizinan penanaman modal melalui Peraturan Kepala BKPM No. 5 Tahun 2013. Dengan diimplementasikannya aturan baru tersebut, diharapkan  minat investasi dapat meningkat, demikian jugarealisasi investasi PMA/PMDN dapat tumbuh pada sektor/bidang-bidang usaha yang memberi nilai tambah” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Muhamad Chatib Basri.
 
Berikut hal penting dari hasil realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan I Tahun 2013:
 
1.        Realisasi Investasi PMDN
 
Realisasi PMDN berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah Pertambangan (Rp 6,0 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 6,0 triliun); Industri Makanan (Rp 4,0 triliun); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 1,8 triliun); dan Listrik, Gas dan Air (Rp 1,7 triliun).
 
Realisasi PMDN berdasarkan lokasi proyek (5 besar)adalah Jawa Timur (Rp 9,0 triliun); Kalimantan Timur (Rp 4,8 triliun); Kalimantan Selatan (Rp 3,4 triliun); Sumatera Utara (Rp 2,0 triliun) dan DKI Jakarta (Rp 1,9 triliun).
 
2.        Realisasi Investasi PMA
 
Realisasi PMA berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah Pertambangan (US$ 1,4 miliar); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (US$ 1,2 miliar);  Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$ 1,0 miliar); Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya (US$ 0,9 miliar); dan Industri Kertas, Barang dari kertas dan Percetakan (US$ 0,6 miliar).
 
Sedangkan realisasi PMA berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah Jawa Barat (US$ 1,3 miliar); Banten (US$ 1,1 miliar); Papua (US$ 0,8 miliar); Jawa Timur (US$ 0,6 miliar) dan Riau (US$ 0,6 miliar).
 
Realisasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah Jepang (US$ 1,2 miliar);  Amerika Serikat (US$ 0,9 miliar); Korea Selatan (US$ 0,8 miliar); Singapura (US$ 0,6 miliar) dan Inggris (US$ 0,5 miliar).
 
3.        Sebaran Lokasi Proyek
 
Sebaran lokasi proyek pada Triwulan I Tahun 2013 di luar Jawa sebesar Rp 44,4 triliun (47,7%). Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 sebesar Rp 33,6 triliun (47,2%), terjadi peningkatan sebesar 32,1%.
 
 
4.      Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
 
Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesiapada Triwulan I  2013 mencapai 361.924 orang yang terdiri dari, oleh proyek PMDN sebanyak 148.521 orang dan oleh proyek PMA sebanyak 213.403 orang. Keberadaan investasi PMDN dan PMA diperkirakan akan dapat mengakibatkan efek ganda terhadap penyerapan tenaga kerja secara tidak langsung yaitu sebesar 4 kali.
 
5.        Realisasi investasi berdasarkan Koridor Ekonomi pada periode Januari sampai dengan Maret  2013 adalah:
 
a.    Koridor Ekonomi Sumatera dengan realisasi investasi sebesar Rp 14,1 triliun (15,2 %), terdiri dari PMDN sebesar Rp 4,0 triliun dan PMA sebesar US$ 1,1 miliar. Sektor yang dominan untuk PMDN adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 1,9 triliun); Listrik, Gas dan Air (Rp 1,5 triliun); Industri Makanan (Rp 0,3 triliun); Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 0,2 triliun); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (Rp 0,1 triliun) dan untuk PMA adalah Industri Kertas, Barang dari kertas dan Percetakan (US$ 0,5 miliar); Industri Makanan (US$ 0,2 miliar); Pertambangan (US$ 0,1 miliar); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (US$ 0,1 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$ 0,09 miliar).
 
b.    Koridor Ekonomi Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 48,6 triliun (52,3%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 13,5 triliun dan PMA sebesar US$ 3,8 miliar. Sektor yang dominan untuk PMDN adalah Industri Makanan (Rp 3,4 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 2,6 triliun); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 1,5 triliun); Industri Mineral Non Logam (Rp 1,3 triliun); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 1,3 triliun) dan untuk PMA adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$ 0,9 miliar); Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya (US$ 0,9 miliar); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (US$ 0,5 miliar); Industri Tekstil (US$ 0,2 miliar); Listrik, Gas dan Air (US$ 0,2 miliar).
 
c.    Koridor Ekonomi Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 12,3 triliun (13,2%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 9,1 triliun dan PMA sebesar US$ 0,3 miliar. Sektor yang dominan untuk PMDN adalah Pertambangan (Rp 6,0 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 1,4 triliun); Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 0,9 triliun); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan Farmasi (Rp 0,7 triliun); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 0,1 triliun), dan untuk PMA adalah Tanaman Pangan dan Perkebunan (US$ 0,2 miliar); Pertambangan (US$ 0,07 miliar); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (US$ 0,02 miliar); Industri Makanan (US$ 0,02 miliar).
 
d.    Koridor Ekonomi Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 7,3 triliun (7,9%) terdiri dari PMDN sebesar Rp 0,6 triliun dan PMA sebesar US$ 0,7 miliar. Sektor yang dominan untuk PMDN adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 0,3 triliun); Industri Makanan (Rp 0,2 triliun); Hotel dan Restoran (Rp 0,04 triliun); Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan Farmasi (Rp 0,04 triliun) dan untuk PMA adalah Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi (US$ 0,6 miliar); Pertambangan (US$ 0,09 miliar); Industri Makanan (US$ 0,01 miliar).
 
e.    Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 2,2 triliun (2,3%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 0,05 triliun dan PMA sebesar US$ 0,2 miliar. Sektor yang dominan untuk PMDN adalah Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 0,04 triliun); Hotel dan Restoran (Rp 0,01 triliun) dan untuk PMA adalah Pertambangan (US$ 0,2 miliar); Hotel dan Restoran (US$ 0,01 miliar).
 
f.     Koridor Ekonomi Maluku dan Papua dengan realisasi investasi sebesar Rp 8,5 triliun (9,1%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 0,1 triliun dan PMA sebesar US$ 0,9 miliar. Sektor yang dominan untuk PMDN adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (Rp 0,08 triliun);Tanaman Pangan dan Perkebunan (Rp 0,02 triliun); Industri Makanan (Rp 0,02 triliun); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (Rp 0,01 triliun) dan untuk PMA adalah Pertambangan (US$ 0,9 miliar); Tanaman Pangan dan Perkebunan (US$ 0,03 miliar); Industri Makanan (US$ 0,01 miliar).
 
 
BKPM bersama-sama dengan kementerian teknis dan pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada investor, menyederhanakan prosedur dan mempercepat perizinan yang terkait investasi, serta memonitor berbagai rencana pembangunan/penyediaan infrastruktur agar dapat dilakukan tepat waktu, dan dengan demikian target realisasi investasi PMDN dan PMA Tahun 2013 yang sebesar Rp. 390,3 triliun, meningkat 24,6% dibanding capaian realisasi Tahun 2012, akan juga dapat tercapai”, diungkapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Muhamad Chatib Basri.
 

Untuk informasi lebih detail mengenai press realease dapat diunduh di bawah ini:
 
Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
M.M. Azhar Lubis
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal
Jl. Jend. Gatot Subroto 44, Jakarta 12190, Indonesia
Telepon: 021-5252008 ext.7001
HP: 08159525035
e-mail : azhar@bkpm.go.id

 

Bookmark & Share